IMPLEMENTASI PENDEKATAN PARTISIPATIF DALAM PENYULUHAN PERTANIAN PADA USAHATANI PADI SAWAH DI KELURAHAN BARUGA KOTA KENDARI

Main Article Content

La Ode Muhammad Fath Qaiyiman
Dasmin Sidu
La Ode Kasno Arif

Abstract

Agricultural extension plays a crucial role in enhancing farmers' capacity by facilitating innovation dissemination, strengthening technical competencies, and fostering farmers' self-reliance in farm management. The paradigm shift from conventional instructional extension toward a participatory approach positions farmers as active stakeholders who are directly involved throughout the extension process. This study aimed to analyze the implementation of the participatory approach in agricultural extension for lowland rice farming in Baruga Village, Kendari City, Indonesia. A qualitative research approach with a descriptive design was employed. Informants were selected using purposive sampling, which was subsequently expanded through snowball sampling until data saturation was achieved. Data were collected through field observations, in-depth interviews, and documentation, and were analyzed using the interactive model of Miles, Huberman, and Saldaña, consisting of data condensation, data display, and conclusion drawing and verification. The trustworthiness of the findings was ensured through source, technique, and time triangulation. The results revealed that the participatory approach had been implemented across six stages of the agricultural extension process, namely preparation, participatory assessment, participatory planning, extension implementation, participatory monitoring and evaluation, and follow-up. Its implementation was reflected in farmers' active involvement in needs identification, planning, group discussions, farmer field schools, technology demonstrations, activity evaluation, and the formulation of follow-up actions. The participatory approach enhanced two-way communication, strengthened the learning process, improved farmers' knowledge and technical skills, and encouraged the adoption of innovations in lowland rice cultivation. Nevertheless, its implementation has not yet reached an optimal level due to the unequal participation of farmer group members, the predominance of extension agents in documenting extension activities, and the lack of continuous mentoring and follow-up. Therefore, strengthening the capacity of agricultural extension agents, increasing the participation of all farmer group members, and developing sustainable mentoring mechanisms are essential to establish a more participatory, effective, and sustainable agricultural extension system that supports farmers' capacity development and the sustainability of lowland rice farming.

Article Details

How to Cite
Qaiyiman, L. O. M. F., Sidu, D., & Arif, L. O. K. (2026). IMPLEMENTASI PENDEKATAN PARTISIPATIF DALAM PENYULUHAN PERTANIAN PADA USAHATANI PADI SAWAH DI KELURAHAN BARUGA KOTA KENDARI. JURNAL ILMIAH PENYULUHAN DAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT, 6(3), 441–461. https://doi.org/10.56189/jippm.v6i3.186
Section
Articles

References

Ahmad, A. (2017). Model penyuluhan partisipatif terhadap respon adopsi petani di Kabupaten Sinjai. Agrominansia, 2(1), 1-13.

Akbar, R. M., & Sunartomo, A. F. F. (2025). Peran Penyuluh Pertanian dalam Pengembangan Kelompok Tani di Desa Panduman Kecamatan Jelbuk Kabupaten Jember. Suluh Pembangunan: Journal of Extension and Development, 7(03), 189-204. https://doi.org/10.23960/jsp.Vol7.No03.2025.191

Angraini, A., Sidu, D., & Hamzah, A. (2026). Peran Penyuluh Dan Partisipasi Petani Padi Sawah Di Kelurahan Lansilowo Kecamatan Wawonii Utara Kabupaten Konawe Kepulauan. Jurnal Ilmiah Inovasi dan Komunikasi Pembangunan Pertanian, 5(2), 236-251. https://doi.org/10.56189/jiikpp.v5i2.63

Ariana, S., Sundari, R. S., & Umbara, D. S. (2021). Peran penyuluh pertanian terhadap hasil produksi padi sawah di Desa Cibuniasih Kecamatan Pancatengah Kabupaten Tasikmalaya. Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis, 7(2), 1474-1487. https://doi.org/10.25157/ma.v7i2.5452

Arum, N. W. (2021). Partisipasi Penyuluh Pertanian Dalam Pengembangan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan). Jurnal Indonesia Sosial Sains, 2(11), 467850.

Bachtiar, E. E., Tapi, T., Saputra, H., Budicahyono, M. E., & Konyep, E. (2025). Penyuluhan pertanian: Pendekatan, metode dan dampaknya terhadap pembangunan pertanian dalam mendukung swasembada pangan. Journal of Sustainable Agriculture Extension, 3(1), 42-52. https://doi.org/10.47687/josae.v3i1.1364

Hapsari, W. E. M., & Angin, R. (2025). Peran Pemerintah Desa Dalam Mewujudkan Sustainable Development Goals (Sdgs) Desa No 1: Desa Tanpa Kemiskinan Melalui Program Meningkatkan Pendapatan Ekonomi Petani. Jurnal Wahana Bina Pemerintahan, 7(2), 64-70. https://doi.org/10.55745/jwbp.v7i2.356

Hermawan, R., Noer, M., Tanjung, H. B., & Zulvera, Z. (2026). Pelatihan Pertanian dengan Pendekatan Perencanaan Partisipatif: Literatur Review. Jurnal Research Ilmu Pertanian, 6(1), 49-62.

Hidayat, D. A., Anantanyu, S., & Rusdiyana, E. (2024). Peran penyuluh pertanian lapangan (PPL) dalam adopsi inovasi padi rojolele varietas Srinuk (Studi kasus di Kecamatan Delanggu). Jurnal Perencanaan Pembangunan Pertanian, 1(1), 23-37.

Himam, M. K., & Anam, S. (2026). Teknik Pemilihan Informan Dalam Penelitian Kualitatif: Strategi Dan Implementasi. Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniora, 5(2), 1688-1696.

Illahi, S. N., Meilani, E. H., & Rini, N. K. (2023). Analisis peran penyuluh pertanian sebagai fasilitator di kabupaten sukabumi. MAHATANI: Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal), 6(1), 153-161. https://doi.org/10.52434/mja.v6i1.2451

Jaya, M. N. (2018). Eksistensi Penyuluh Pertanian Dalam Pelaksanaan Komunikasi Pembangunan Partisipatif Untuk Keberdayaan Petani. Jurnal Agribisnis Terpadu, 11(2), 196-212. https://dx.doi.org/10.33512/jat.v11i2.5096

Khairunnisa, N. F., Hapsari, H., & Wulandari, E. (2021). Pengaruh peran penyuluh pertanian terhadap tingkat produksi usahatani jagung. Jurnal Penyuluhan, 17(2), 113-125.

Mahmud, Y., Djibran, M. M., Djaini, A., Gobel, Y. A., & Suparwata, D. O. (2025). Karakteristik Sosial Ekonomi, Struktur Biaya Produksi, Dan Kontribusi Pendapatan Usahatani Padi Terhadap Kesejahteraan Rumah Tangga Petani Di Kecamatan Tilongkabila, Kabupaten Bone Bolango. Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research, 3(1), 572-586. https://doi.org/10.69693/ijim.v3i1.701

Maizunati, N. A. (2018). Peran Produktivitas Dalam Peningkatan Kesejahteraan Petani Padi Di Indonesia. Jurnal Riset Agribisnis dan Peternakan, 3(2), 8-15.

Mariyono, J., Waskito, J., Suwandi, Tabrani, Kuntariningsih, A., Latifah, E., & Suswati, E. (2021). Farmer field school: Non-formal education to enhance livelihoods of Indonesian farmer communities. Community Development, 52(2), 153-168. https://doi.org/10.1080/15575330.2020.1852436

Martina, T., Zuriani, Z., Riani, R., Zahara, H., & Barmawi, B. (2024). Identifikasi Model Penyuluhan Partisipatif Pada Petani Padi di Kabupaten Aceh Utara. Agrifo: Jurnal Agribisnis Universitas Malikussaleh, 9(1), 108-118. https://doi.org/10.29103/ag.v9i1.15983

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.

Muniarty, P., Wulandari, W., Pratiwi, A., Kusumayadi, F., & Haryanti, I. (2021). Penguatan partisipasi petani melalui penyuluhan pertanian di Kecamatan Rasanae Timur Kota Bima. GLOBAL ABDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 1(1), 24-29. https://doi.org/10.51577/globalabdimas.v1i1.77

Nabiha, F. H., Octaviani, F. T., Ardhini, P., Hidayati, R., Destiana, R., Permadi, S. Z., & Nuraya, A. S. (2026). Peran Sektor Pertanian Dalam Ketahanan Pangan Dan Perekonomian Nasional. QOSIM: Jurnal Pendidikan Sosial & Humaniora, 4(3), 946-961.

Nasriyah, N., & Anas, P. (2018). Identifikasi Potensi dan Analisis Masalah Sumber Daya Perikanan di Kecamatan Nambo Kota Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara. Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan, 12(2), 81-94. https://doi.org/10.33378/jppik.v12i2.102

Ramadani, F., Arimbawa, P., & Arif, L. O. K. (2025). Efektivitas Pelaksanaan Program Penyuluhan Pertanian dalam Budidaya Lada di Desa Bou Kecamatan Lambandia Kabupaten Kolaka Timur. Jurnal Ilmiah Inovasi dan Komunikasi Pembangunan Pertanian, 4(3), 50-62. https://doi.org/10.56189/jiikpp.v4i3.43

Safari, L., Nikoyan, A., & Salahuddin, S. (2026). Penggunaan Input Produksi Dalam Kegiatan Budidaya Untuk Peningkatan Produktivitas Usahatani Padi Sawah Di Desa Sindang Kasih Kecamatan Ranomeeto Barat Kabupaten Konawe Selatan. Jurnal Ilmiah Inovasi dan Komunikasi Pembangunan Pertanian, 5(3), 375-397. https://doi.org/10.56189/jiikpp.v5i3.74

Sawitri, B., & Nurtilawati, H. (2019). Kapasitas petani padi dalam penerapan teknologi pengelolaan tanaman terpadu (PTT) di Kecamatan Tamansari Kabupaten Bogor Jawa Barat. Jurnal Penyuluhan Pembangunan, 1(1), 26-43.

Setyabudi, I. F., Kustiari, T., & Wahyono, N. D. (2026). Peran Pengalaman dan Motivasi Petani dalam Implementasi Teknologi Pertanian Digital terhadap Efisiensi Produksi Padi di Kabupaten Jember. Jurnal Ilmiah Inovasi, 26(1), 153-166.

Susilawati, M., Yusra, A. H. A., & Sudrajat, J. (2021). Peran Penyuluh Terhadap Peningkatan Partisipasi Anggota Kelompok Tani Padi Dalam Adopsi Teknologi Pertanian Di Kabupaten Kubu Raya. Jurnal Sains Pertanian Equator, 10(2).

Sutisna, A. D. (2019). Identifikasi potensi wilayah (IPW) dengan menggunakan SWOT analysis untuk mendukung program penyuluhan pertanian di Desa Bernung, Kabupaten Pesawaran Provinsi Lampung. Jurnal AgroSainTa: Widyaiswara Mandiri Membangun Bangsa, 3(1), 13-20.

Wahab, A., & Mahdiya, I. (2023). Peran lembaga keuangan syariah terhadap pertumbuhan UMKM dalam revitalisasi ekonomi pembangunan di Indonesia. Islamadina: Jurnal Pemikiran Islam, 24(1), 109-124. https://doi.org/10.30595/islamadina.v24i1.11713

Yohan, Y., Manumono, D., & Dinarti, S. I. (2023). Tingkat Efektivitas Penyuluh Pertanian Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Wonosobo. AGROFORETECH, 1(3), 1797-1819.